Artikel

Facebook Twitter

Keunggulan

Percaya Diri

Sikap

Disiplin

Apakah keunggulan itu? Keunggulan atau excellence adalah “pengerahan maksimal bakat dan kemampuan Anda dalam lingkup tanggung jawab yang diberikan oleh Tuhan”. Penulis Chuck Swindoll menegaskan tentang enam pilar excellence:

  • Integritas. Kehidupan Anda harus didasari prinsip moral yang benar, lurus hati, jujur dan tulus.
  • Pemenuhan janji. Anda melakukan apa yang kita janji akan Anda lakukan.
  • Ketepatan waktu. Pastikan orang-orang tidak pernah menunggu Anda.
  • Kualitas kerja yang tinggi. Menjunjung kualitas kerja yang tinggi dan selalu berupaya maksimal.
  • Sikap yang menyenangkan. Tidak mengeluh atau menggerutu.
  • Antusiasme. Selalu siap memberikan sumbangsih dan energi Anda demi kesuksesan perusahaan atau tim Anda.

Memiliki komitmen mengejar keunggulan merupakan langkah utama dalam perjalanan sukses. Keunggulan atau excellence adalah:

  • Performa yang tulus. Excellence ditunjukkan oleh bagaimana Anda bekerja ketika tak ada orang yang memperhatikan Anda.
  • Hasil kerja. Excellence tidak terjadi begitu saja, tapi merupakan hasil dari hasrat yang tinggi, upaya yang tulus, arahan yang arif dan pelaksanaan yang terampil. Excellence berarti “apa yang patut dilakukan, patut dilakukan dengan baik dan tuntas.”
  • Pilihan. Level kinerja Anda adalah pilihan Anda. Anda tidak dapat mencapai potensi Anda hanya dengan sasaran ‘pas-pasan’.
  • Sasaran yang bergerak. Mengejar excellence berarti berkarya lebih baik dan lebih baik dari standar Anda saat ini.

Untuk bergerak menuju excellence, terapkan metode CASH:

  • Continual improvement (peningkatan yang terus menerus). Excellence adalah hasil bertahap sebagai buah dari upaya sungguh-sungguh untuk selalu berkarya lebih baik.”
  • Attention to details (teliti). Hal-hal kecil merupakan komponen-komponen dari suatu keutuhan.
  • Self-discipline (disiplin diri). Untuk mengubah diri Anda menjadi lebih baik, Anda harus memiliki disiplin diri untuk melakukannya tiap hari.
  • High personal standards (standar pribadi yang tinggi). Milikilah standar pribadi yang tinggi; jangan mudah puas dengan hasil ‘di bawah kemampuan terbaik Anda.’

Mengejar keunggulan secara terus menerus berarti mengejar kesempurnaan. Tak ada yang dapat menggantikan rasa kepuasan pencapaian ketika menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik dan tuntas. Pupuklah kebiasaan mencapai keunggulan: Laksanakan sampai tuntas, lengkap, akurat dan tak ada yang terlewatkan.

Dalam hidup kita, sering ada saat di mana tak ada yang akan melihat ketika Anda melakukan upaya minimum dan tak ada yang menghargai Anda ketika Anda memberikan upaya maksimum. Acapkali, perbedaan antara karya yang hebat dan yang biasa-biasa adalah upaya, perhatian dan kepedulian ekstra yang dicurahkan dalam karya tersebut.

Excellence memisahkan yang terbaik dari yang tersisa. Excellence bukanlah kesempurnaan; kesempurnaan berarti mencapai nilai 10 (tak ada kesalahan), sedang excellence berarti melakukan yang terbaik yang dapat Anda lakukan pada saat itu (tidak selalu bernilai 10).

Semangat (spirit) excellence dapat membuat kita:

  • Melakukan sedikit lebih banyak.
  • Tinggal sedikit lebih lama.
  • Membidik sedikit lebih jauh.
  • Naik selangkah lebih tinggi.
  • Menjangkau sedikit lebih tinggi.

Semangat excellence berarti bukan bekerja setengah hati. Persiapkan dan terapkan excellence; kerjakan semuanya dalam semangat excellence. Kita harus membina budaya excellence, karena excellence menghormati Tuhan dan menginspirasi orang-orang.

Roadmap menuju excellence adalah:

  1. Berpikir jauh ke depan. Rencanakan dengan matang jauh sebelumnya. Anda tidak dapat merencanakan pada saat-saat terakhir dan berharap semua lancar.
  2. Melaksanakan sampai tuntas. Excellence by choice berarti:
    • Tujuan Anda adalah untuk memberikan lebih banyak (overdeliver).
    • Sasaran Anda adalah melampaui harapan pelanggan.
    • Anda mengerjakan lebih dari yang diharapkan.
    • Anda berkiprah di atas rata-rata.
    • Anda bergerak dari ‘rutin’ menjadi ‘luar biasa’.

    Sukses selalu mengiringi Anda bila Anda melampui harapan orang-orang.

  3. Bertanggung jawab. Apabila Anda melakukan kesalahan, Anda minta maaf secara tulus.
  4. Menambah nilai. Apapun yang Anda kerjakan, upayakan untuk menambah nilai. Laksanakan tugas Anda lebih baik dan lebih baik lagi.
  5. Melakukan sepenuh hati. Apapun yang Anda lakukan, lakukan itu dengan sepenuh hati, “seolah-olah semua tergantung pada apa hasil karya Anda”. Excellence dilakukan dengan sepenuh hati, dengan pertimbangan yang dalam, dengan kepedulian yang tinggi.
    • Bila Anda bekerja, kerjakan itu dengan sepenuh hati.
    • Bila Anda memimpin, laksanakankan itu dengan sepenuh hati.

Percaya diri (PD) adalah keadaan di mana pikiran, tubuh dan hati Anda menyadari dan percaya bahwa diri Anda adalah insan yang berharga dan dapat mencapai apa yang Anda idamkan. PD adalah keyakinan akan diri, pengetahuan dan kemampuan Anda — keyakinan “Saya bisa melakukannya.” Ini berarti PD itu dinamis dan subyektif.

PD yang sehat akan merintis pencapaian-pencapaian dan sukses Anda. PD jauh lebih penting ketimbang kemampuan-kemampuan dan atribut lainnya; PD menggabungkan kekuatan pikiran dan tubuh kita, dan memfokuskan “energi yang terpusatkan” ini ke arah sasaran.

PD adalah langkah pertama menuju kemajuan, perkembangan, pencapaian dan sukses. Meskipun Anda memiliki beragam kemampuan dan segudang pengetahuan, bila Anda tidak punya PD maka Anda tidak akan berhasil. Sebaliknya, meskipun Anda hanya memiliki kemampuan dan pengetahuan biasa-biasa, jika Anda punya PD yang sehat, Anda dapat mencapai apa yang Anda dambakan.

PD Anda memberi dampak pada apa yang menjadi fokus Anda; fokus Anda mewarnai perilaku serta kinerja Anda; jadi PD Anda mempengaruhi kinerja Anda. Selanjutnya, kinerja Anda — keberhasilan dan pencapaian Anda — memperkokoh PD Anda. Ini akan menjadi siklus yang berkesinambungan.

PD Anda tumbuh saat Anda menimba pelajaran dari setiap pengalaman dan menikmati prosesnya, mebuat peningkatan, merasa senang atas kemajuan Anda, melihat hal-hal yang positif, mengingat komentar yang membangun dan positif dari orang lain, mendukung diri Anda sendiri serta belajar dari perilaku positif Anda.

Sukses akan mendatangi mereka yang memiliki PD murni karena orang menyukai, menaruh respek, percaya (believe) dan mempercayai (trust) orang yang memiliki PD. Sangat jamak bahwa orang-orang yang memiliki PD yang baik akan menjadi pemimpin atau memperoleh peluang-peluang dan tanggung jawab yang lebih besar.

Kiat-kiat untuk meningkatkan PD adalah:

  • Menyadari bahwa Anda adalah ciptaan Tuhan.
  • Memaklumi bahwa Anda adalah seorang juara.
  • Menerima dan menghargai diri Anda sebagaimana adanya.
  • Memaafkan diri Anda; terimalah masa lalu Anda sebagai bagian dari sejarah hidup Anda.
  • Mencintai diri Anda — dengan segala kekurangannya.
  • Menganggap kesalahan Anda sebagai pelajaran berharga.
  • Belajar menertawakan diri Anda sendiri.
  • Mempercayai diri Anda dan kemampuan Anda, tidak bergantung pada pendapat orang lain.
  • Menanamkan dalam pikiran Anda citra-diri positif dan baik tentang diri Anda: seorang yang kuat, yakin akan kemampuannya dan tegas. Fokuskan diri Anda pada aset-aset (pengetahuan, ketrampilan, karakter dan pengalaman) yang Anda miliki. Jangan membuang waktu dan energi Anda terbenam dalam kecemasan atas kelemahan Anda.
  • Tidak membandingkan dengan orang lain.
  • Dapat melihat hal-hal yang positif pada orang lain.
  • Berkontribusi pada hidup orang lain.

7 Sikap Yang Salah

Apa artinya uang bagi Anda? Jika uang hanya alat pembayaran yang sah kenapa seseorang dapat mengakhiri persahabatan atau persaudaraan karena uang? Media dan masyarakat menunjukkan asosiasi yang kuat antara banyaknya uang dengan harga diri seseorang.

Budaya, didikan orang tua, sikap orang-orang disekitar kita dan pengalaman masa lalu kita membentuk sikap (attitude) kita terhadap uang. Ada sikap yang membantu kita memiliki hubungan yang baik dengan uang dan ada pula berbagai sikap yang salah seperti:

  1. Meremehkan

    Orang yang menyepelekan sesuatu akan terlihat dari cara bagaimana dia membayar tagihan-tagihan setiap bulannya. Keterlambatan membayar atau budaya hutang merupakan ciri orang yang sering meremehkan. Anda akan mudah mengingat orang tipe ini jika dia pernah meminjam uang Anda.

  2. Kuatir

    Orang yang kekurangan uang kuatir apa yang akan dia makan besok. Orang yang punya banyak uang kuatir akan kehilangan uangnya.

  3. Ingin cepat kaya

    Keinginan cepat kaya membuat orang mengambil risiko yang tinggi sehingga dia akan mudah menjadi sasaran para penipu. Berbagai cara investasi yang menjanjikan imbal hasil (return) luar biasa yang tidak masuk akal telah dilakukan para penipu, dan tetap saja orang-orang masih berduyun-duyun terjebak karena hasrat ingin cepat kaya.

  4. Malas

    Kemalasan menutup kita untuk memberikan “extra mile” setiap kita mengerjakan suatu pekerjaan. Kemalasan mencegah kita untuk menindak-lanjuti (follow-up) pada klien.

  5. Menipu

    Kemalasan dan ingin cepat kaya mendorong seseorang untuk melakukan jalan pintas dan menipu. Dewasa ini cara penipuan semakin kreatif.

  6. Tamak

    Ketamakan seseorang membuat dia sulit untuk berterima kasih pada orang yang membantunya mencari nafkah atau pada Tuhan yang menjadi sumber dari seluruh berkat.

  7. Menipu

    Keinginan untuk membanding-bandingkan apa yang dimiliki orang lain membuat kita membeli barang-barang yang tidak kita perlukan dengan uang yang tidak kita miliki hanya untuk memberi kesan pada orang-orang yang tidak kita kenal.

Sikap-sikap di atas jelas salah karena mereka menumbuhkan rasa kuatir yang berlebihan. Jika Anda hidup dalam kekurangan, maka Anda akan kuatir bagaimana menyambung hidup Anda. Jika Anda hidup dalam berkelimpahan, maka Anda akan kuatir kehilangan harta Anda. Seperti sikap yang lain, tujuh sikap di atas dapat kita ubah dengan mengubah cara berpikir kita. Kita tidak pernah menjadi pemilik dari apa yang kita miliki. Semua berasal dari Tuhan dan kita hanyalah pengelolanya. Kita harus mempertanggung-jawabkan apa saja yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita.

Disiplin adalah kata yang tidak disenangi oleh banyak orang karena disiplin berarti mengakhiri kemalasan dan menunda-nunda. Disiplin berarti melaksanakan komitmen Anda apapun perasaan Anda. Disiplin tidak menanyakan “apakah saya ingin melakukannya atau tidak,” namun melakukan apa yang harus dilakukan. Itu berarti menuntut lebih banyak dari diri Anda dan memberikan yang terbaik pada gol Anda.

Disiplin adalah:

  • Melakukan apa yang Anda tidak ingin lakukan sehingga Anda dapat melakukan apa yang Anda ingin lakukan.
  • Membayar harga pada hal-hal yang kecil untuk mendapatkan hal yang lebih besar.
  • Melakukan yang tepat pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat untuk tujuan yang tepat.

Banyak orang yang mengasosiasikan disiplin dengan hukuman sehingga sejak kecil mereka melakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari hukuman.

Orang yang efektif mengembangkan disiplin di tiga area:

  1. Disiplin dalam berpikir. Mengembangkan disiplin dalam berpikir dan mempertajam cara berpikir dengan cara:
    • Memicu pikiran tetap aktif, contohnya membaca buku atau mengikuti pelatihan.
    • Mengambil tantangan mental, contohnya melakukan pekerjaan yang awalnya sulit dicapai (dalam segi waktu, biaya ataupun sumber daya)
    • Berpikir tentang hal-hal yang benar secara terus menerus.
  2. Disiplin dalam emosi. Menguasai emosi Anda dan tidak dikuasai oleh emosi Anda. Jangan biarkan emosi Anda mencegah Anda melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan atau mendorong Anda melakukan apa yang seharusnya Anda tidak lakukan.
  3. Disiplin dalam tindakan. Mempertajam pikiran dan mengendalikan emosi sangatlah penting tapi yang memisahkan pemenang dari orang-orang yang kalah adalah tindakan.

Cara berpikir yang positif dan motivasi yang tinggi mengaktifkan pikiran Anda untuk membayangkan apa-apa yang mungkin dicapai. Tetapi yang mengubah situasi yang Anda hadapi sekarang adalah tindakan Anda. Hidup yang disiplin menuntun kita ke tujuan yang kita ingin capai. Disiplin dimulai sekarang bukan besok!